Belajar Ekosistem Jadi Seru, Siswa 5 Sulap Ruang Kelas Jadi Laboratorium Rantai Makanan

SUKOHARJO – Suasana ruang kelas 5B SD Muhammadiyah Palur tampak berbeda pada Rabu (14/10/2026). Tidak ada ketegangan layaknya metode belajar konvensional. Puluhan siswa justru terlihat sibuk, ceria, dan penuh konsentrasi memotong, menempel, dan menyusun replika makhluk hidup.

Hari itu, di bawah bimbingan wali kelas Fatimah, mereka sedang melaksanakan proyek kreatif mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Bab 2 dengan tema besar: Ekosistem.

Bukan sekadar membaca buku teks, para siswa ditantang untuk mempraktikkan langsung teori teoretis ke dalam bentuk konkret lewat pembuatan Diorama Rantai Makanan.

Dalam kegiatan ini, kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok memikul tanggung jawab untuk merancang sebuah ekosistem miniature lengkap dengan hubungan makan dan dimakan antarmakhluk hidup di dalamnya. Ada yang sibuk menyusun miniatur ekosistem sawah, hutan, hingga laut.

Wali kelas 5B, Fatimah, menjelaskan bahwa metode pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) ini sengaja dipilih untuk menciptakan atmosfer belajar yang interaktif dan menyenangkan.

"Melalui media pembelajaran konkret seperti diorama ini, anak-anak bisa lebih mudah mengidentifikasi secara visual mana yang bertindak sebagai produsen, konsumen, hingga pengurai," ujarnya di sela-sela mendampingi siswa.

Sejak menit pertama dimulai, antusiasme siswa begitu terpancar. Mereka terlibat aktif mulai dari tahap perencanaan ide, berburu bahan, pembuatan bentuk hewan dan tumbuhan, hingga penyusunan akhir diorama.

Proyek kelompok ini tidak hanya sekadar mengejar nilai akademik, tetapi juga menjadi wadah orisinil bagi anak-anak untuk mengasah soft skills yang penting, seperti Kreativitas, Kerja Sama, Tanggung Jawab dan Kemampuan Komunikasi.

Pembelajaran IPAS berbasis diorama ini diharapkan mampu membekas lama di ingatan para siswa. Dengan melihat dan membuat sendiri hubungan antarmakhluk hidup secara tiga dimensi, pemahaman materi ekosistem—khususnya rantai makanan—menjadi jauh lebih mendalam.

Ruang kelas 5B hari itu telah membuktikan bahwa sains bukanlah hafalan yang menjemukan, melainkan petualangan kreatif yang bisa diciptakan bersama-sama.

Kontributor: Alfina Adi

SHARE :
LINK TERKAIT