
Oleh: Nur Laili, M.Pd (Wakil Kepala Bidang Kurikulum SD Muhammadiyah Palur)
Hari pendidikan yang diperingati pada tanggal dua Mei menjadi momentum untuk kembali memaknai sejauh mana sistem pendidikan yang telah dibangun mampu menginternalisasikan kebiasaan baik pada anak-anak. Sekolah sebagai salah satu pelaksana amanat pendidikan nasional, mengambil peranan penting dalam membangun karakter anak bangsa.
Kementerian Pendidikan Nasional semenjak tahun 2024 telah melaunching Tujuh Gerakan Anak Indonesia Hebat yang diharapkan menambah penguatan karakter anak.
Sebagai instansi pendidikan formal, SD Muhammadiyah Palur juga turut serta, mengambil bagian mensosialisasikan dan membiasakan 7GAIH ini, sebagai berikut :
1. Bangun pagi. Jam masuk sekolah yang berbeda dari sekolah pada umumnya, yakni jam 06.30 membuat anak harus mempersiapkan diri lebih awal agar lebih bersemangat berangkat sekolah. Sehingga bangun pagi menjadi sebuah keharusan yang secara tidak sengaja menjadi sebuah pembiasan baik bagi anak anak. Masuk sekolah lebih awal, berarti bangunpun harus lebih awal.
2. Beribadah. Pembiasaan ibadah menjadi sebuah kewajiban bagi sekolah berbasis islam, demikian juga di SD Muhammadiyah Palur. Selain membiasakan shalat dhuhur dan ashar secara berjamaah, setiap pagi anak anak mengawali kegiatan sekolah dengan GOBI ( Good Habbit) yakni sholat duha, doa bersama, dan murajaah. Pagi yang diawali dengan lantunan kalimatullah, harapannya adalah doa doa yang dilangitkan agar terkabulkan.
3. Berolahraga. Olahbraga bukan hanya menjadi bagian dari mata pelajaran saja, di SD Muhammadiyah Palur, setiap jumat menjadi hari yang menuntut warga sekolah untuk mengolah ragakan jasmaninya. Senam sehat, jalan sehat dan tapak suci menjadi kegiatan yang wajib dilakukan di Jumat pagi.
4. Makan sehat & Bergizi. Kebijakan pemerintah meluncurkan MBG, merupakan upaya nyata dalam mendukung geraman makan sehat dan bergizi. Karena selain katering sekolah pada siang hari, anak anak menyantap MBG pada pagi hari. Karena makanan yang sehat dan bergizi adalah bahan bakar utama untuk otak yang cemerlang.
5. Gemar Belajar. Sekolah menjadi sarana anak anak untuk memupuk rasa ingin tahu dan memperluas pengetahuan, berbagai jenis ilmu diajarkan dengan berbagai metode penyampaian. Didukung oleh sarana dan prasarana yang dikondisikan oleh sekolah agar anak anak merasa nyaman dan senang belajar.
6. Bermasyarakat. Anak harus membangun hubungan sosial, empati dan gotong royong. Di sekolah anak anak harus bersosialisasi untuk membangun jiwa sosial dan empati yang tinggi. Demikian juga di SD Muhammadiyah Palur, waktu bermain dikondisikan agar anak anak bisa bersosialisasi dengan baik, kegiatan belajar dalam kelompok kecil maupun besar, dapat memupuk rasa simpati, empati dan jiwa gotong royong.
7. Tidur Cepat. Sebagai sekolah dengan program Fullday, para guru selalu berusaha mengingatkan anak anak agar mengatur waktu istirahat dengan baik, salah satunya dengan tidur cepat agar istirahat cukup. Karena keesokan harinya mereka harus bangun pagi untuk kembali beraktivitas seperti biasa.
Gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat ini sebenarnya bukanlah hal yang baru, karena telah diupayakan sekolah dalam berbagai program yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Palur. Tapi pencanangan gerakan ini menambah semangat sekolah agar terus berupaya menginternalisasikan kebiasaan kebiasaan baik agar membentuk karakter penerus bangsa yang jujur, mandiri, dan bertanggung jawab.