NASIHAT ORANG - ORANG LALAI

Segala Puji Bagi Allah Tuhan smesta alam. Rabb yang tidak pernah lalai akan apa-apa yang ada di langit dan di bumi.Allah swt berfirman “Dan tetaplah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang- orang yang beriman”

Secara bahasa, ghaflah berasal dari kata Arab غَفَلَ – يَغْفُلُ – غَفْلَةً yang berarti lupa, lalai, lengah, atau tidak memperhatikan sesuatu. Secara istilah, ghaflah adalah keadaan ketika seseorang lalai mengingat Allah Swt., mengabaikan perintah-Nya, tidak mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat, serta tenggelam dalam urusan dunia sehingga hatinya menjadi keras dan jauh dari petunjuk. Allah Swt. berfirman:

"Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya sudah melewati batas."(QS. Al-Kahfi: 28)

Jenis-Jenis Ghaflah

Para ulama menjelaskan bahwa ghaflah dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
Ghaflah dari Mengingat Allah

Seseorang jarang atau bahkan tidak pernah berzikir, berdoa, membaca Al-Qur'an, dan mengingat kebesaran Allah. Contoh: Sibuk bekerja hingga melupakan salat,Jarang membaca Al-Qur'an,Tidak berdoa ketika memperoleh nikmat.


Ghaflah dari Kewajiban Agama

Lalai dalam melaksanakan kewajiban yang telah diperintahkan Allah. Contoh:Menunda salat tanpa alasan,Tidak menunaikan zakat padahal mampu,Mengabaikan kewajiban kepada orang tua.
Ghaflah terhadap Dosa
Seseorang menganggap dosa sebagai hal yang biasa sehingga tidak merasa bersalah dan enggan bertobat. Contoh: Berbohong dianggap kebiasaan.Menggunjing (ghibah) tanpa merasa berdosa, Menonton atau menyebarkan hal yang haram tanpa penyesalan.

Ghaflah terhadap Akhirat
Terlalu mencintai kehidupan dunia hingga melupakan kehidupan setelah mati.

Contoh:Hanya mengejar harta dan jabatan,Tidak mempersiapkan amal saleh,Tidak mengingat kematian dan hari pembalasan.

Ghaflah terhadap Nikmat Allah

Tidak menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah sehingga kurang bersyukur.

Contoh: Menganggap keberhasilan semata-mata hasil usaha sendiri, Mengeluh meskipun memiliki banyak nikmat, Jarang mengucapkan syukur kepada Allah.

Ghaflah terhadap Tanda-Tanda Kekuasaan Allah

Tidak mau mengambil pelajaran dari ciptaan Allah maupun peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Contoh: Melihat keindahan alam tanpa mengingat kebesaran Allah.Tidak mengambil hikmah dari musibah.Mengabaikan nasihat dan pelajaran dari kehidupan.


Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Ghaflah

Jarang mengingat Allah, Berat melaksanakan ibadah, Lebih mencintai dunia daripada akhirat, Hati menjadi keras dan sulit menerima nasihat, Mudah mengikuti hawa nafsu,Tidak segera bertobat ketika berbuat dosa.

Cara Menghindari Ghaflah

Memperbanyak zikir kepada Allah,Membaca dan mentadabburi Al-Qur'an setiap hari,Menjaga salat tepat waktu,Mengingat kematian dan kehidupan akhirat,Berkumpul dengan orang-orang saleh,Memperbanyak istigfar dan bertobat,Mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan,Muhasabah (introspeksi diri) setiap hari.

Waktu dan umur adalah nikmat Allah Swt. yang paling berharga. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali, sehingga manusia harus memanfaatkannya untuk beribadah, menuntut ilmu, bekerja dengan baik, dan berbuat kebaikan.

Rasulullah saw. mengingatkan bahwa banyak manusia tertipu oleh dua nikmat, yaitu kesehatan dan waktu luang (HR. Bukhari). Karena itu, jangan menunda amal saleh, sebab tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan datang. Gunakan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal baik, dan menghindari perbuatan yang sia-sia. Orang yang menghargai waktu akan memperoleh keberkahan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Hal-hal yang menyelamatkan adalah segala amal yang dapat membawa seseorang kepada keselamatan di dunia dan akhirat, seperti beriman, melaksanakan salat, membaca Al-Qur'an, berzikir, bertobat, berbuat baik kepada sesama, dan menjauhi maksiat. Orang yang melalaikan amal-amal tersebut berisiko terjerumus ke dalam dosa dan kehilangan keberkahan hidup.

Nasihat bagi Orang yang Tidak Acuh terhadap Umat Islam
Seorang muslim dianjurkan untuk memiliki kepedulian terhadap sesama muslim. Sikap tidak acuh terhadap keadaan umat, seperti tidak peduli pada kesulitan, penderitaan, atau kebutuhan saudaranya, dapat melemahkan persaudaraan dan semangat tolong-menolong. Islam mengajarkan agar setiap muslim saling mencintai, membantu dalam kebaikan, mendoakan, serta memberikan dukungan sesuai kemampuan.

Kepedulian kepada umat tidak harus selalu berupa bantuan materi. Kepedulian juga dapat diwujudkan dengan memberi nasihat yang baik, mendoakan sesama, menjaga persatuan, menghindari permusuhan, serta berpartisipasi dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, ukhuwah Islamiyah akan semakin kuat dan kehidupan umat menjadi lebih damai, rukun, dan penuh kasih sayang.

Kesimpulan

Ghaflah adalah kelalaian hati dari mengingat Allah dan menjalankan ajaran-Nya. Bentuknya dapat berupa lalai dalam berzikir, mengabaikan kewajiban agama, meremehkan dosa, terlalu mencintai dunia, tidak mensyukuri nikmat Allah, dan tidak mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Seorang muslim dianjurkan untuk senantiasa menjaga hati dengan zikir, ibadah, ilmu, dan muhasabah agar terhindar dari sifat ghaflah.

Penulis Sinopsis    : Rofingatun, S.Ag

Judul Buku             : Nasihat Orang -Orang Lalai

Penulis Buku          : Khalid Abdul Mu’thi Khalif

Penerbit                   : Muassasah Iqr,Mesir

SHARE :
LINK TERKAIT